Tuesday, 21 May 2013

Episode 4 Kisah Donyok Di Pulau Dewata



Attention: cerita di bawah ini adalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, cerita, maupun tempat. “uli tbe ma’af meton” karena tujuan utama cerpen ini untuk menghibur, membuat kalian tertawa dan lain-lain. Kali ini penulis ingin menyuguhkan sebuah cerita dari negeri antah brantah. Ciie..…  serita ini terinspirasi dari cerita dari sahabatku, iya namanya donyok alias dompliq, alias nyok, alias ronaldinho, alias kandar alias……..  “kabayakan ah”. Oke ceritanya begini… eng ing ennnnnnng…..
Hari ini adalah hari senin, di mana hari senin adalah hari yang membosankan bagi donyok, “I HATE MONDAY” karena hari ini semua penghuni best keluar  dengan aktivitas-aktivitas masing-masing, Pebri, Panji, Arepen, Boma, Handri, Takder pergi ke sekolah, aku dan yoga pergi kuliah karena “the first day” bunyi jargonku ketika hari ini tiba. Donyok dulu mempunyai kenangan buruk tentang jargon,  dulu ketika masih SMP aku, alan dan donyok pernah masuk BP gara-gara jargon sialan.  Ketika itu kami sedang ujian PPKN masing-masing siap dengan buah kancing eh kertas dan bulpoin “percaya ato tidak, ketika ujian kita pasti membutuhkan jasa buah kancing untuk mencari  jawaban mana yang paling benar aaaaaa bbbbb cccccc dddddd, aaaa bbbb cccccc dddddd”  begitu kira-kira cara mengacaknya. Soal terakhir, aku Alan dan donyok memilih untuk menjawab menggunakan nalar. Soal terakhir ini memang agak sulit sih tapi “GAMPANG” kata donyok. “jargon anak muda untuk menjauhi narkoba di bawah ini adalah? A. narkoba adalah sahabatku. B. narkoba sahabat karibku. C. Say No To Drag. D. narkoba adalah teman baikku” demikian bunyi soal yang dibaca oleh Alan.  Se isi kelas waktu itu menunggu-nunggu jawaban donyok karena donyok tergolong anak pintar dan jenius terbukti ia mampu menghidupkan TV hanya dengan tepukan tangan “TV markas best agak heng kalo tidak di bentur tidak bisa nyala”. Aku dan donyok bersitegang tentang jawaban tersebut.”nyok say no to drag kayaknya cocok nih” kataku kepada donyok.”uh katroq kamu,  niiiih jawabannya yang benar,  menurut hasil pengamatanku bahwa kata-kata sahabat cocok untuk kita, kan kita bersahabat, iya ngaq” jawab donyok dengan hasil analisisnya. Semua anak di kelas itu mencontek jawaban donyok dan ternyata jawabannya adalah A. “narkoba adalah sahabatku” tidak mau kalah akupun ikut dengan jawaban mereka.  Kami semua, seisi kelas di panggil ke BP….. wew wew
Lanjut cerita………..
 semua penghuni best meninggalkan donyok termasuk miq west, beliau juga ikut-ikutan sekolah karena  mengantar Rizki sekolah ke gerung “ayuk sayang sekolah,  mpasuuuu,anaku cah-cah,  ayuk sayang” katanya membujuk rizki anak yang baru beranjak SD “ayuk sayang sekolah, mmmmpasuuuu, ayuk sayang, mmmplot-plot wah, bodo-bodo jari kanak” habis kesabarannya  . Akupun sebenarnya sudah menyadari keanehan-keanehan yang terjadi sepulang donyok dari pulau Dewata itu, ia sekarang sering duduk di depan cermin seraya memperhatikan wajahnya yang “nyu unyu”. Ngomong sendiri, depan handphone bututnya, dan satu lagi,  ia sekarang suka bilang “yoooommma” atau kadang tertawa mengerikan seperti  “kha ha ha” gaya mbah surip.  Aku sempat membaca diary nya. Lembar pertama berjudul “bertemu nyat dan ibenk di bali” nyat dan ibenk adalah penghuni best paling senior,  tapi karena nyat harus bekerja mencukupi kehidupan keluarganya terpaksa ia merantau dan meninggalkan markas. Ibenk nama aslinya L. Ismail marzuki “buang kata-kata zuki ” katanya malu di panggil zuki karena mirip nama juki pedagang Abu gosok.     
Di bali donyok di kenalkan dengan seorang bos sebuah hotel berbitang lima di kawasan kuta oleh ibenk “yaa maklum lah orang terlanjut kaya” katanya, sombong.  Bergaul sama bos-bos, menjadi hal yang lumrah bagi seorang ibenk. Donyok lugu yang baru tiba di bali di berikan pekerjaan sebagai OB di hotel mewah di kawasan kuta . Pada suatu hari ketika hendak berangkat bekerja donyok memutuskan untuk menggunakan alat transportasi umum yaitu Bemo. Di dalam bemo ternyata terjadi perampokan, donyok malang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali tertidur. “wew wew wew” donyokpun dibangunkan “serahkan sapu tanganmu ehhh dompetmu kalo tidak punya serahkan HP mu” paksa perampok. “nih HPku” HP bata 3315 pemberian yoga waktu donyok hendak pergi dari best. “tapi jangan ambil kartunya”. Wew wew”  lanjut donyok. “kamu ini main-main ya” kata perampok.”kamu tidak takut sama tatto’an ku ini” lanjut perampok memamerkan tattoo hello kitty menempel di seluruh tubuhnya. “I ii iya” jawab donyok. Sedetik kemudian donyok pun mengangkat bajunya hendak mengusap bekas air liur sewaktu tidur tadi. “kreg” ternyata di sekujur tubuh donyok terdapat bekas sabetan pedang, celurit, pistol-pistolan “maaf bang maaf bang” kata perampok kepada donyok. Donyok pun bingung, ternyata perampok takut karena bekas hasil kerokan si NYat waktu di kos, donyok masuk angin “wew wew wew” .  >>>>>>>
sesampai di hotel donyok tiba di lantai sebelas, tiba-tiba terdengar suara Albert teman baru donyok tergopoh-gopoh mendekat “jhon you’re child is dead!!! Jhon anak mu mati” sontak terkejut donyok meloncat keluar jendela, sedihhhhhhh……  masih dalam jatuhnya donyok, berfikir.. “mmmmmmmm” beberapa detik kemudian   “siapa yang mati ?” gumamnya dalam hati. Sampai di lantai lima donyok baru menyadari bahwa dia belum menikah jadi mustahil punya anak, sampai di lantai dua donyok sadar namanya bukan jhon tapi donyok.  Sampai di lantai dasar barulah ia menyadari kenapa ia harus loncat.. wew wew…………………….. akhirnya donyok di bawa ke rumah sakit, mengalami imsomnia  “bukannya insomnia penyakit susah tidur ” terserahlah yang jelas donyok sakit,  koma selama di bali. Keajaiban terjadi ketika dia dibelikan topi ala Mbah surip oleh ibenk dan NYat, wew wew “pulang lah kawan kapan-kapan kau sembuh balik lagi ke bali” kata ibenk menyuruh donyok pulang ke Lombok.
 Karena donyok susah jalan akhirnya dikirimlah lewat post………………. Begitulah asal muasal topi mbah surip yang melekat di kepala donyok.
By; agus

Inget saran dan kritiknya ya………!!!! 

Reaksi:

0 komentar: